Kantong Tebal Daihatsu Hijau

Kantong Tebal Daihatsu Hijau
Ini keluhan Heri Syaifudin, aktifis lingkungan di Kota Depok, Jawa Barat. Sulit mengajak orang dewasa peduli lingkungan. Tindakan mereka bukan lagi berdasarkan pertimbangan ekologis, tapi ekonomis, tutur Heri. Ya, kebanyakan orang dewasa enggan menerapkan pola hidup ramah lingkungan bila secara ekonomis berbiaya tinggi.

Ucapan itu mirip komentar Robert T Kiyosaki, penganjur kebebasan financial di Amerika Serikat, yang mengatakan: "You cant teach an old dog new tricks. Robert menulis kalimat itu dalam buku terkenal yaitu Rich Dad Poor Dad. Menurutnya banyak orang dewasa pintar dengan beragam gelar akademisseperti doktor atau professorsulit menerima paham baru karena terlalu melekatnya paham lama. Terlebih bila beresiko kehilangan uang dan kemapanan.

Toh, Heri tidak kehilangan akal. Ia melatih anak usia dini untuk menjaga lingkungan ketimbang ngotot susah-susah mengajak orang tua. Anak usia sekolah dilatih menanam pohon, mendaur ulang sampah, membuat pupuk kompos, memanen hujan, dan membuat kolam retensi di padepokannya di Pengasinan, Depok, Jawa Barat. Mereka pun diajari berhemat listrik, bahan bakar minyak, dan air.

Heri juga mengajak mereka memperoleh income tambahan. Sebut saja pendapatan dari menjual tanaman hias, tabulampot, pupuk kompos, atau produk daur ulang. Atau sekadar memanen sendiri kebutuhan pangan sehari-hari seperti cabai, tomat, atau selada. Itu karena Heri paham betul, kelak anak kecil itu juga bakal seperti kebanyakan orang dewasa yang hanya bisa diajak berubah bila pilihan barunya menguntungkan dan tidak beresiko secara ekonomis.

Low Cost Green Car

Prinsip itu juga diterapkan Astra Daihatsu Motor. Baru-baru ini Daihatsu mengenalkan mobil baru Daihatsu Ayla yang murah, irit, dan ramah lingkungan. Disebut murah karena berharga di bawah Rp100-juta sehingga terjangkau. Ia juga irit karena konsumsi bahan bakar hanya 1 liter untuk menempuh perjalanan 20 km. Itu sangat irit ketimbang mobil lain yang umumnya 1 liter untuk perjalanan 15 km. Konsumsi bahan bakar rendah membuat emisi gas buangnya lebih sedikit sehingga ramah lingkungan.

Meski murah tampilan Ayla bukan murahan. Desain mobil low cost green car (LCGC) itu tetap aerodinamis dengan pilihan warna beragam. Pun desain dalam yang lega sehingga nyaman. Saya belum beli mobil baru karena menunggu mobil ini keluar di pasaran. Saya pilih Ayla yang irit bahan bakar sehingga kantong tetap tebal meski harga bbm nanti naik, kata Mawardi, SP, M.Sc, peneliti di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang berniat menghadiahkan mobil untuk istrinya.

Ayla bukan satu-satunya mobil ramah lingkungan dari Daihatsu. Produsen mobil Jepang itu juga mengenalkan tiga tahap membangun teknologi ramah lingkugan untuk mobil masa depan. Kami menyebutnya teknologi hijau Daihatsu, kata Satriyo Budiutomo, Executive Coordinator Development Project Team Research & Development Division.

Teknologi hijau

Tahap pertama disebut "eco-idle". Yaitu teknologi yang secara otomatis dapat mengatur hidup dan mati mesin saat lalulintas macet sehingga tercapai efisiensi konsumsi bahan bakar. Dengan sistem i-EGR, mesin mampu menghasilkan pembakaran sempurna dengan emisi gas CO2 rendah.

Tahap berikutnya Daihatsu mengenalkan mesin 2 silinder turbocharged. Pada tahap kedua ini mesin memiliki komponen lebih sedikit, sehingga lebih ringan, dan menggunakan sumber daya alam lebih sedikit. Dengan active ignition system dan berbagai pengembangan lainnya, efisiensi penggunaan bahan bakar mencapai 30 persen.

Pada tahap terakhir, Daihatsu menghadirkan precious metal free liquid feed fuel cell (PMfLFC) dengan zero emisi gas buang CO2 guna mewujudkan kendaraan ramah lingkungan. Rahasianya pada pemakaian bahan bakar cair baru yaitu Hidrazin Hidrat. Zat ini cocok untuk mobil hijau alias mobil ramah lingkungan generasi baru karena memiliki kepadatan energi yang tinggi tanpa menghasilkan CO2.

Menurut Satriyo, semua tahapan itu menghadirkan kendaraan yang kompak, ramah lingkungan, dan harga terjangkau. Bila tidak percaya coba saja kunjungi ke www.daihatsu.co.id. Yuk, kita beralih memilih mobil ramah lingkungan yang tidak membuat kantong kempes. Dengan kantong yang tetap tebal setiap orang pasti tertarik memilikinya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *