Investor India kepincut garap mobil murah di bawah 1.000 cc

Investor India kepincut
Produsen otomotif di Indonesia masih didominasi perusahaan-perusahaan raksasa asal Jepang. Namun, kehadiran program mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) seolah menjadi pintu masuk bagi investor dari negara lain untuk berperan dalam bisnis sektor otomotif dalam negeri.

BERITA TERKAIT
Mobil123.com Carfest, ajang offline konsumen dan APM di Bandung dan Jakarta
Dibanderol Rp193 juta, All New Suzuki Ertiga lebih murah dari Wuling Cortez 1.5
Mobil DFSK Glory 580 jadi SUV terbaik di IIMS 2018, bagaimana bisa?

Pengembangan kendaraan roda empat yang hemat energi dengan harga terjangkau atau yang disebut KBH2 untuk 1.000 cc ke bawah menarik perhatian investor India. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, perusahaan otomotif asal India sejak lama berminat dengan KBH2. Namun ditolak karena pemerintah hanya menginginkan pengembangan mobil 1.000 cc dilakukan investor lokal.

"Dulu ada India niat masuk 1.000 cc ke bawah, saya prefer 1.000 cc itu lokal, tapi aturan itu tidak bisa saya tahan terus, suatu waktu akan saya buka juga," ujar Hidayat di DPD RI, Jakarta, Selasa (18/11).

Hidayat mengklaim, selama ini pemerintah juga tidak memperbolehkan raksasa otomotif seperti Toyota mengerjakan mobil dengan kapasitas mesin di bawah 1.000 cc. Pihaknya masih merumuskan regulasi untuk pengembangan mobil di bawah 1.000 cc.

"Saya mau buat regulasi lah sekarang untuk yang 1000 cc," ucapnya.

Namun, dia juga berharap produsen lokal tertarik dengan program LCGC. "Kalau saya enggak bisa menyebutkan. Kalau enggak pemerintah harus membiayai melalui BUMN," tegasnya. [noe]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *