Astra luncurkan saingan Avanza dan Xenia

Astra luncurkan saingan Avanza dan Xenia
Astra International Ltd meluncurkan dua mobil murah dan ramah lingkungan (Low Cost and Green Car/LCGC) yang diproduksi oleh Daihatsu dan Toyota. Hari ini, Rabu (19/9), secara resmi Varian Agya akan memakai bendera Toyota, sementara Ayla menjadi produk Daihatsu.

BERITA TERKAIT
Wawancara Eksklusif Merdeka.com dengan Presdir PT Astra International Tbk
Perang diskon bikin profit bisnis otomotif Astra turun di 2017
Astra prediksi pasar motor nasional 6 juta unit di 2018

Presiden Direktur Daihatsu Ltd Koichi Ino mengungkapkan, mobil ini memiliki tingkat konsumsi bahan bakar 30 kilometer per liter. Namun belum disebutkan soal harga. Alasannya, rancangan peraturan presiden soal spesifikasi mobil LCGC urung keluar, sehingga produk-produk serupa belum bisa dipasarkan.

Hanya saja, sumber merdeka.com menyebutkan bahwa Daihatsu Ayla, city car murah kolaborasi Toyota-Daihatsu ada tiga pilihan tipe. Mobil yang dirakit PT Astra Daihatsu Motor ini akan ada versi termurah, menengah, dan yang termahal dengan harga mulai Rp 75 juta – Rp 100 juta.

Adapun varian terbagi tiga dengan kode D, M dan X. Varian D sebagai yang termurah dilepas dengan harga Rp 75 juta tanpa AC dan sistem hiburan audio. Varian M tersedia dalam pilihan transmisi manual dan otomatis dengan perbedaan harga Rp 10 juta (M/T Rp 80 juta, sedangkan A/T Rp 90 juta).

Varian X sebagai yang termahal juga dipasarkan dengan pilihan dua transmisi. Untuk versi manual dilepas dengan harga Rp 88 juta sedangkan untuk versi otomatis dibanderol harga Rp 100 juta.

Menteri Perindustrian M.S Hidayat mengapresiasi produksi mobil ini. "Saya dengar harganya bisa ditekan di bawah USD 10 ribu ya, produksi ini juga sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk memproduksi mobil dengan emisi karbon rendah," ujarnya usai menghadiri acara pengenalan dua mobil anyar itu di Jakarta Selatan, Rabu (19/9).

Adalah Mark Wijaya, warga negara Indonesia yang mendesain Agia dan Ayla. Dia juga sekaligus karyawan Astra International. Mobil ini diklaim Astra sebagai produk nasional karena menggunakan komponen lokal mencapai 84 persen. Mobil ramah lingkungan itu diperkirakan dapat mengangkut lima penumpang dewasa.

Pengembangan mobil ini memakan waktu dua tahun sejak pertama kali Kementerian Perindustrian mengumpulkan anggota Gaikindo tiga tahun lalu buat mewujudkan kendaraan LCGC di Indonesia.

Terkait peraturan presiden yang masih belum keluar sehingga menghambat penjualan mobil LCGC, Hidayat menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan sekretariat negara.

"Ibarat perempuan hamil ini sudah mau melahirkan, pasti keluar karena barangnya juga sudah ada, saat ini mungkin sedang diolah di setneg ya," katanya. [noe]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *